![]() |
| Juara 1 putra dan juara 1 putri lomba Orienteering |
Cukup menggembirakan: Kita sudah punya FONI, Federasi Orienteering Nasional Indonesia, yang akan memayungi dan menjadi motor penggerak kemajuan orienteering di negara kita, yang kelak akan siap mengharumkan nama Indonesia di kancah orienteering asia, bahkan dunia; Pada 2012 mendatang, FONI akan diakui sebagai anggota penuh Federasi Orienteering Internasional; Sejak 2000, rata-rata digelar 2–3 event orienteering berskala besar atau kecil, dan mulai 2008 makin marak intensitas penyelenggaraannya menunjukkan antusiasme masyarakat yang terus meningkat terhadap orienteering; Pada 2011, Tim Orienteering Tentara Nasional Indonesia mulai dikenal para orienteer mancanegara lewat pencapaian mereka dalam Olimpiade Militer Dunia ke-5 di Rio de Janeiro; Dan tampaknya masih banyak daftar perkembangan positif lainnya.
![]() | |
| Olimpiade Militer Dunia ke-5 di Rio de Janeiro |
Padahal orienteering itu penting. Sedemikian pentingnya sehingga kalau boleh menyarankan kepada pengelola lembaga-lembaga pendidikan, sebaiknya mereka membikin materi orienteering menjadi salah satu program ekstra kurikuler.
Jadi, agaknya, pertanyaan penting yang masih relevan sampai kini adalah: Bagaimana cara memopulerkan orienteering di Indonesia?
Salah satu caranya, mungkin, dengan sering-sering menggelar kegiatan orienteering “kecil-kecilan”. Seperti Persami (perkemahan sabtu-minggu), yang tak perlu besar-besaran, cukup niat dan sedikit persiapan berkemah dan jalan-jalan, jadilah Persami 5–6 orang; Seperti itu juga orienteering “kecil-kecilan” ini mestinya diselenggarakan. Cukup mengajak 5–6 orang (lebih banyak, lebih baik) anak tetangga, keponakan, siswa SD, SMP, atau SMA, atau teman kuliah, untuk bermain orienteering setengah hari (dalam kota) atau seharian (di luar kota). Abaikan dulu peraturan orienteering yang “rumit” itu. Kita, kan, tidak boleh menjejalkan sepiring nasi untuk langsung ditelan. Sesuap demi sesuap akan lebih maslahat. Kali ini, intinya kita ajak mereka bermain peta-kompas “untuk pemula”.
Petanya sederhana saja dulu, cukup berupa denah suatu lingkungan komplek perumahan yang akan kita jadikan medan orienteering, atau denah hutan kota seperti di Komplek UI, Depok, misalnya. Setiap peserta kita bekali fotokopi denah itu dan kompas, serta tentu saja pengetahuan sederhana tentang peta-kompas (bagaimana mengorientasikan peta, dsb.) Selanjutnya, biarkan permainan ini jadi menyenangkan dengan membuat sesedikit mungkin peraturan—dan sediakan hadiahnya kalau ada, sebagai sekadar pemotivasi.
| Orienteering di kampus |
Ada saran cara lain untuk memasyarakatkan orienteering di Indonesia? Jangan sungkan menyampaikannya lewat kolom komentar di bawah. []
NB: Kalau Anda tinggal di Depok atau Jakarta dan berniat menyelenggarakan orienteering “kecil-kecilan” dalam komunitas Anda (komunitas RT, RW, Sekolah, dsb.) tapi bingung bagaimana memulainya, silakan hubungi kami, dan mari bermain orienteering.
sumber : orienteering indonesia



saya bu
BalasHapusvisit http://viruspetualangan.blogspot.co.id
BalasHapus