 |
| Juara 1 putra dan juara 1 putri lomba Orienteering |
Dua puluh tahun lebih sejak orienteering diperkenalkan kepada
masyarakat di Indonesia pada 1988(?), bagaimana kini perkembangannya?
Cukup menggembirakan: Kita sudah punya FONI, Federasi Orienteering
Nasional Indonesia, yang akan memayungi dan menjadi motor penggerak
kemajuan orienteering di negara kita, yang kelak akan siap mengharumkan
nama Indonesia di kancah orienteering asia, bahkan dunia; Pada 2012
mendatang, FONI akan diakui sebagai anggota penuh Federasi Orienteering
Internasional; Sejak 2000, rata-rata digelar 2–3 event orienteering
berskala besar atau kecil, dan mulai 2008 makin marak intensitas
penyelenggaraannya menunjukkan antusiasme masyarakat yang terus
meningkat terhadap orienteering; Pada 2011, Tim Orienteering Tentara
Nasional Indonesia mulai dikenal para orienteer mancanegara lewat
pencapaian mereka dalam Olimpiade Militer Dunia ke-5 di Rio de Janeiro;
Dan tampaknya masih banyak daftar perkembangan positif lainnya.
 |
| Olimpiade Militer Dunia ke-5 di Rio de Janeiro |
|
sudah berdiri? Ada proses terbalik di sini:
mestinya beberapa federasi daerah bertemu dan membentuk federasi
nasional, tidak sebaliknya—tapi tak apa lah. Masyarakat memang sudah
mulai mengenal orienteering, tapi masyarakat lapisan mana? Tampaknya
orienteering hanya (baru) dikenal di kalangan pelaku kegiatan alam
bebas, di kalangan itu pun kemasyhurannya baru di kalangan mapala,
mahasiswa sementara banyak pelaku kegiatan alam bebas lainnya masih
kebingungan kalau ditanya orienteering itu apa, bagaimana, dan
seterusnya. (Coba
search kata “orienteering” di Kaskus, media
sosial papan atas bagi anak muda, kita akan disuguhi hanya tiga hasil
pencarian; Klik salah satunya, mana saja, dan akan tampak banyaknya
orang yang masih belum mengenal orienteering.)
Padahal orienteering itu penting. Sedemikian pentingnya sehingga
kalau boleh menyarankan kepada pengelola lembaga-lembaga pendidikan,
sebaiknya mereka membikin materi orienteering menjadi salah satu program
ekstra kurikuler.
Jadi, agaknya, pertanyaan penting yang masih relevan sampai kini adalah: Bagaimana cara memopulerkan orienteering di Indonesia?
Salah satu caranya, mungkin, dengan sering-sering menggelar kegiatan
orienteering “kecil-kecilan”. Seperti Persami (perkemahan sabtu-minggu),
yang tak perlu besar-besaran, cukup niat dan sedikit persiapan berkemah
dan jalan-jalan, jadilah Persami 5–6 orang; Seperti itu juga
orienteering “kecil-kecilan” ini mestinya diselenggarakan. Cukup
mengajak 5–6 orang (lebih banyak, lebih baik) anak tetangga, keponakan,
siswa SD, SMP, atau SMA, atau teman kuliah, untuk bermain orienteering
setengah hari (dalam kota) atau seharian (di luar kota). Abaikan dulu
peraturan orienteering yang “rumit” itu. Kita, kan, tidak boleh
menjejalkan sepiring nasi untuk langsung ditelan. Sesuap demi sesuap
akan lebih maslahat. Kali ini, intinya kita ajak mereka bermain
peta-kompas “untuk pemula”.
Petanya sederhana saja dulu, cukup berupa denah suatu lingkungan
komplek perumahan yang akan kita jadikan medan orienteering, atau denah
hutan kota seperti di Komplek UI, Depok, misalnya. Setiap peserta kita
bekali fotokopi denah itu dan kompas, serta tentu saja pengetahuan
sederhana tentang peta-kompas (bagaimana mengorientasikan peta, dsb.)
Selanjutnya, biarkan permainan ini jadi menyenangkan dengan membuat
sesedikit mungkin peraturan—dan sediakan hadiahnya kalau ada, sebagai
sekadar pemotivasi.
 |
| Orienteering di kampus |
Kalau permainan serupa “berburu harta karun” itu tampak menyenangkan
bagi para pesertanya, minggu depan, atau dua minggu ke depan, kita ajak
lagi mereka bermain dengan lebih serius: Orienteering tahap selanjutnya.
Ada saran cara lain untuk memasyarakatkan orienteering di Indonesia?
Jangan sungkan menyampaikannya lewat kolom komentar di bawah. []
NB: Kalau Anda tinggal di Depok atau Jakarta dan berniat
menyelenggarakan orienteering “kecil-kecilan” dalam komunitas Anda
(komunitas RT, RW, Sekolah, dsb.) tapi bingung bagaimana memulainya,
silakan hubungi kami, dan mari bermain orienteering.
sumber :
orienteering indonesia