Sabtu, 07 Maret 2015

PERPUSTAKAAN MTs NEGERI MIRI



VISI MISI PERPUSTAKAAN MTs NEGERI MIRI





Visi :

- Menciptakan perpustakaan sebagai pusat kegiatan untuk meningkatkan kualitas dalam Iman dan Taqwa (Imtaq)  serta Ilmu Pengetahuan dan Teknologi  (Iptek)





Misi :

- Menyediakan koleksi materi ajaran Islam dan pengetahuan bidang lain

-  Menumbuhkan minat siswa untuk meningkatkan pengetahuan dengan membaca berbagai  bacaan ilmu pengetahuan

-   Membantu memperlancar proses belajar mengajar di madrasah

Mengembangkan minat baca sehingga siswa dapat belajar secara mandiri dan tumbuh kecintaan untuk membaca

- mengembangkan minat siswa dalam bidang tertentu melalui bahan bacaan

-   membiasakan siswa mencari informasi secara mandiri

-   membantu guru, murid maupun staf sekolah dalam mengikuti perkembangan iptek

- menyebarluaskan informasi dalam berbagai bidang kepada seluruh sivitas sekolah


Kamis, 05 Januari 2012

ORIENTEERING olah raga yang sedang berkembang di indonesia


Juara 1 putra dan juara 1 putri lomba Orienteering
Dua puluh tahun lebih sejak orienteering diperkenalkan kepada masyarakat di Indonesia pada 1988(?), bagaimana kini perkembangannya?
Cukup menggembirakan: Kita sudah punya FONI, Federasi Orienteering Nasional Indonesia, yang akan memayungi dan menjadi motor penggerak kemajuan orienteering di negara kita, yang kelak akan siap mengharumkan nama Indonesia di kancah orienteering asia, bahkan dunia; Pada 2012 mendatang, FONI akan diakui sebagai anggota penuh Federasi Orienteering Internasional; Sejak 2000, rata-rata digelar 2–3 event orienteering berskala besar atau kecil, dan mulai 2008 makin marak intensitas penyelenggaraannya menunjukkan antusiasme masyarakat yang terus meningkat terhadap orienteering; Pada 2011, Tim Orienteering Tentara Nasional Indonesia mulai dikenal para orienteer mancanegara lewat pencapaian mereka dalam Olimpiade Militer Dunia ke-5 di Rio de Janeiro; Dan tampaknya masih banyak daftar perkembangan positif lainnya.

 Olimpiade Militer Dunia ke-5 di Rio de Janeiro
sudah berdiri? Ada proses terbalik di sini: mestinya beberapa federasi daerah bertemu dan membentuk federasi nasional, tidak sebaliknya—tapi tak apa lah. Masyarakat memang sudah mulai mengenal orienteering, tapi masyarakat lapisan mana? Tampaknya orienteering hanya (baru) dikenal di kalangan pelaku kegiatan alam bebas, di kalangan itu pun kemasyhurannya baru di kalangan mapala, mahasiswa sementara banyak pelaku kegiatan alam bebas lainnya masih kebingungan kalau ditanya orienteering itu apa, bagaimana, dan seterusnya. (Coba search kata “orienteering” di Kaskus, media sosial papan atas bagi anak muda, kita akan disuguhi hanya tiga hasil pencarian; Klik salah satunya, mana saja, dan akan tampak banyaknya orang yang masih belum mengenal orienteering.)
Padahal orienteering itu penting. Sedemikian pentingnya sehingga kalau boleh menyarankan kepada pengelola lembaga-lembaga pendidikan, sebaiknya mereka membikin materi orienteering menjadi salah satu program ekstra kurikuler. :)
Jadi, agaknya, pertanyaan penting yang masih relevan sampai kini adalah: Bagaimana cara memopulerkan orienteering di Indonesia?
Salah satu caranya, mungkin, dengan sering-sering menggelar kegiatan orienteering “kecil-kecilan”. Seperti Persami (perkemahan sabtu-minggu), yang tak perlu besar-besaran, cukup niat dan sedikit persiapan berkemah dan jalan-jalan, jadilah Persami 5–6 orang; Seperti itu juga orienteering “kecil-kecilan” ini mestinya diselenggarakan. Cukup mengajak 5–6 orang (lebih banyak, lebih baik) anak tetangga, keponakan, siswa SD, SMP, atau SMA, atau teman kuliah, untuk bermain orienteering setengah hari (dalam kota) atau seharian (di luar kota). Abaikan dulu peraturan orienteering yang “rumit” itu. Kita, kan, tidak boleh menjejalkan sepiring nasi untuk langsung ditelan. Sesuap demi sesuap akan lebih maslahat. Kali ini, intinya kita ajak mereka bermain peta-kompas “untuk pemula”.
Petanya sederhana saja dulu, cukup berupa denah suatu lingkungan komplek perumahan yang akan kita jadikan medan orienteering, atau denah hutan kota seperti di Komplek UI, Depok, misalnya. Setiap peserta kita bekali fotokopi denah itu dan kompas, serta tentu saja pengetahuan sederhana tentang peta-kompas (bagaimana mengorientasikan peta, dsb.) Selanjutnya, biarkan permainan ini jadi menyenangkan dengan membuat sesedikit mungkin peraturan—dan sediakan hadiahnya kalau ada, sebagai sekadar pemotivasi.
Orienteering di kampus
Kalau permainan serupa “berburu harta karun” itu tampak menyenangkan bagi para pesertanya, minggu depan, atau dua minggu ke depan, kita ajak lagi mereka bermain dengan lebih serius: Orienteering tahap selanjutnya.
Ada saran cara lain untuk memasyarakatkan orienteering di Indonesia? Jangan sungkan menyampaikannya lewat kolom komentar di bawah. []
NB: Kalau Anda tinggal di Depok atau Jakarta dan berniat menyelenggarakan orienteering “kecil-kecilan” dalam komunitas Anda (komunitas RT, RW, Sekolah, dsb.) tapi bingung bagaimana memulainya, silakan hubungi kami, dan mari bermain orienteering. :)

sumber : orienteering indonesia

MENUMBUHKAN RASA NASIONALISME

Nasionalisme adalah satu paham yang menciptakan dan mempertahankan kedaulatan sebuah negara (dalam bahasa Inggris "nation") dengan mewujudkan satu konsep identitas bersama untuk sekelompok manusia (http://id.wikipedia.org/wiki/Nasionalisme). Akhir-akhir ini banyak dipersoalkan tentang mulai menurunnya rasa nasionalisme generasi muda terhadap tanah air. Kalau berbicara tentang menurunnya nasionalisme banyak sekali faktor yang menyebabkan hal ini terjadi. Ada banyak hal yang menyebabkan mulai menurunnya nasionalisme masyarakat terhadap bangsa, antara lain pertama munculnya egosentris terhadap kelompok sendiri di mana masing-masing kelompok lebih mementingkan kepentingan kelompoknya sendiri dari segi apa pun tanpa mempertimbangkan kepentingan sebagai suatu bangsa. Kedua adanya suatu peristiwa yang menimbulkan perasaan tidak adanya ketidakadilan suatu masyarakat, misalnya saja pemberantasan kasus korupsi yang tidak tuntas, seorang koruptor yang menilap uang rakyat puluhan miliar bisa bebas dari jerat hukum sedangkan seorang rakyat jelata yang mencuri setangkup pisang untuk makan saja mendapat kurungan berbulan-bulan maka akan menimbulkan kecemburuan dan masyarakat merasa tidak terayomi padahal negara berkewajiban melindungi rakyatnya. Ketiga tidak adanya perlindungan terhadap produk maupun hasil produksi masyarakat. Hal ini bisa berakibat produk dalam negeri diabaikan masyarakat sehingga masyarakat tidak bangga menggunakan produk sendiri. Dan masih banyak hal-hal lain yang semakin menjauhkan rasa nasionalisme terhadap bangsa.
Kalau dikatakan nasionalisme masyarakat mulai mengalami krisis bisa saja itu memang terjadi, tetapi masyarakat Indonesia masih memiliki jiwa nasionalime terhadap bangsanya. Buktinya ketika ada kasus Ambalat di mana Malaysia mengklaim wilayah, klaim Malaysia terhadap kebudayaan Indonesia Reog dan juga tari Pendet serta kasus-kasus lain yang mengusik milik bangsa Indonesia muncul berbagai reaksi keras dari masyarakat yang menolak klaim Malaysia tersebut  bahkan di berbagai wilayah Indonesia muncul aksi para relawan untuk mempertahankan milik bangsa kita tercinta. Beberapa bulan yang lalu berlangsung pertandingan sepak bola antara Malaysia dan Indonesia, dan ternyata support masyarakat Indonesia terhadap Timnas Indonesia sangat luar biasa tingginya. Jadi sudah seharusnya kita jaga rasa nasionalisme rakyat Indonesia.
 Untuk dapat menumbuhkan rasa nasionalisme terhadap bangsa dan negara bisa dilakukan berbagai pihak sesuai peran dan profesi masing-masing dan yang jelas diperlukan kesadaran diri dari pribadi tersebut. Yang perlu di sadari bahwa kita hidup dalam negara Indonesia yang terdiri dari berbagai agama suku bangsa bahasa dan bahasa dalam suatu masyarakat yang kompleks sudah seharusnya dalam hidup yang harus kita kedepankan adalah kepentingan bersama dan bernegara.
Sekolah memiliki peran yang sangat penting untuk menanamkan nasionalisme terhadap siswa-siswa generasi penerus bangsa. Di dalam sekolah terutama di dalam materi pelajaran Kewarganegaraan, Sejarah memegang peran penting dalam menumbuhkan nasionalisme. Selain di materi pelajaran dalam kegiatan sekolah yang sebenarnya juga merupakan penanaman rasa nasionalisme salah satunya adalah upacara bendahara di mana banyak momen-momen tentang nasionalisme seperti penghormatan bendera merah putih, menyanyikan lagu Indonesia Raya, mengheningkan cipta dan lainnya. Kemudian perlu kembali diajarkan lagu-lagu Kebangsaan dalam seni suara sehingga semua siswa bisa menyanyikan berbagai lagu Kebangsaan. Dengan dinyanyikan lagu kebangsaan secara khidmat maka akan muncul rasa bangga terhadap bangsa. Ini adalah Pekerjaan berat untuk lembaga pendidikan dalam meningkatkan nasionalisme generasi muda. Selayaknya kita mulai bangkitkan rasa nasionalisme anak didik kita karena hal tersebut memang tanggung jawab kita bersama.

Kamis, 17 Maret 2011

Gerak jalan dan bakti sosial MTSN Miri

Dalam rangka sosialisasi Mtsn Miri dan sekaligus menggalakkan slogan “Orandum est us sit, Mens sana in corpore sano.” (Berdoalah semoga di dalam tubuh yang sehat terdapat jiwa yang kuat).
Bagaimana mendapatkan tubuh yang sehat,salah satunya dengan berolahraga.Dan bagaimana agar jiwa kita kuat, maka berdoalah.



Sabtu, 28 Agustus 2010

outing class di Sangiran


Salah satu program dari guru mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) MTs negeri Miri adalah dengan mengadakan kegiatan Outing Class. Outing Class yang dilaksanakan kali ini adalah dengan mengadakan kunjungann ke Museum sangiran. adapun tujuan dari kunjungan ini adalah:
1. mempermudah siswa dalam memahami materi pelajaran yaitu pada KD Mendeskripsikan kehidupan pada masa Pra Aksara.
2. melaksanakan pembelajaran dengan model kunjungan ke Museum
3. mendekatkan siswa dengan lingkungan
4. mempermudah pemahaman materi dengan melihat realita sesungguhnya
5. memperkenalkan aset daerah yang merupakan sumber pengetahuan
6. belajar dengan menyenangkan
Dari kunjungan ini diharapkan mampu meningkatkan pemahaman materi pelajaran IPS sehingga dapat meningkatkan prestasi belajar siswa IPS siswa.

PESONA SUMBING


Jauh sudah perjalanan yang kulalui
Keringat menetes di sekujur tubuh ini
Beban dipundak terasa kian berat
Setapak demi setapak
Rimbunan pohon bertambah lebat
Gelak canda menyertai langkah-langkah gontai
Bahu membahu dalam sebuah persahabatan abadi
Semangat semakin menyala-nyala
Tatkala puncak sumbing melambaikan tangan perkasa
Sirna sudah letih dan penat
Damai……….
Hangatnya kabut sumbing menyelimuti jiwa ini
Kilauan bintang laksana intan bertaburan
Cahaya rembulan permata malam
Aroma belerang membuat setiap insan mabuk kepayang
Gemericik air lembah memecah kesunyian
Damai…..
Tuhanku……keagunganMu….
Mahakarya yang tiada tandinganya
Tuhan……
Tidak bisa keperkasaanMu tidak bisa kuungkapkan dengan kata
Tuhan…..aku begitu kecil….



(lhies. 2010)

Kamis, 04 Maret 2010

profil MTS Negeri Miri

Alamat                    : Jl Kartini no 1 Girimargo, Miri, Sragen, Jawa Tengah.
Telp                         : 0271-795025
Koordinat                : 7°22'48.49"S . 110°49'27.02"T